Brand Pakaian Sukses, Yuk, Ikuti Jejaknya!

Menjalankan usaha baju sebenarnya penuh tantangan. Mulai dari ketatnya slot777 persaingan hingga tren yang selamanya berubah jadi makanan sehari-hari. Namun, 7 pemilik merek besar usaha baju ini sudah membuktikan, bahwa usaha di bidang ini terlampau layak untuk ditekuni dan mampu membuatmu sukses.

Zara: Cari Tahu Apa yang Konsumen Inginkan

Zara adalah brand busana ternama kepunyaan Amancio Ortega, seorang pria berkebangsaan Spanyol. Produk fashion Zara kini udah tersebar ke lebih dari 7500 toko di berbagai negara. Salah satu kunci berhasil Zara yang dapat anda ikuti adalah secara serius mendengarkan apa yang costumer inginkan. Zara memiliki langkah unik untuk melakukannya.

Alih-alih berkiblat pada fashion show saat meluncurkan product jenis baru, Zara justru ikuti blogger demi lebih dapat menangkap segera keinginan konsumen. Selain itu, dia juga berharap manager toko untuk bertanya segera pada costumer tentang apa yang mereka inginkan. Karena memakai taktik ini, product Zara gampang terserap oleh pasar.

Uniqlo: Desain yang Timeless

Siapa sih yang tak mengerti brand busana ini? Brand asal Jepang yang menjadi langganan kaum urban ini, dijual secara eksklusif di official store, baik secara offline maupun online. Salah satu kunci suksesnya adalah desain yang timeless. Artinya, bahwa busana Uniqlo dapat digunakan kapan saja dan untuk keperluan apa saja tanpa kudu kuatir ketinggalan tren.

Dapat dipakai kapan saja, namun tidak ketinggalan tren padahal kami mengerti bahwa tren senantiasa dinamis? Uniqlo menunjukkan bahwa desain yang simpel dengan kualitas yang baik sangat mungkin untuk hal ini. Hal lainnya adalah pengaturan offline store Uniqlo yang sangat menerapkan Zen ala Jepang, yakni konsistensi menurut warna dan kegunaan pakaian. Efek ergonomis ini tentu juga berkontribusi pada angka penjualan.

Levi’s: Mengajak Konsumen Berbagi Cerita

Levi’s adalah tidak benar satu brand jeans asal Amerika Serikat yang terkenal di Indonesia. Sudah berdiri ratusan tahun, namun jenis yang diproduksi Levi’s tak pernah ketinggalan zaman. Bahkan, juga dalam kategori modern dan trendi.

Apa kunci suksesnya? Levi’s memiliki langkah marketing yang mumpuni. Salah satunya Levi’s pernah mengajak costumer untuk menceritakan pengalaman spesial perihal product dalam kampanye bertema “Live in Levi’s”. Strategi ini tidak cuma mendorong costumer untuk mempopulerkan brand dan menggaet pelanggan baru, namun juga memperdalam keterikatan emosi pelanggan lama pada brand.

H&M: Mendirikan Manufaktur Dekat dengan Pasar Potensial

H&M adalah brand busana yang yang bahkan sahamnya udah bertengger di Bursa Efek. Brand yang udah eksis puluhan tahun ini pertama kali didirikan di Swedia. Namun, kini gerainya udah dapat anda temukan di berbagai negara. Salah satu kunci suksesnya adalah mendirikan manufaktur yang dekat dengan pasar potensial. Hal ini H&M laksanakan demi menghemat biaya dan waktu distribusi product dan dampak kerusakan waktu pengiriman.

Selain itu, dengan mendekatkan manufaktur ke pasar potensial, H&M lebih gampang untuk menangkap kebutuhan pasar. Mengingat pasar H&M yang udah tersebar ke berbagai negara, tak heran kalau demand tiap pasar memiliki perbedaan. Di Indonesia sendiri, H&M bekerja serupa dengan beberapa manufaktur lokal, yakni PT. Sansan Saudaratex Jaya Textile Garment Industry yang berlokasi di Bandung. Kedua manufaktur ini bahkan juga memproduksi busana untuk brand ternama lain, seperti GAP dan Zara.

Erigo: Pantang Menyerah

Muhamad Sadad, pria di balik suksesnya brand busana lokal Erigo udah senang merasakan asam garam dunia usaha pakaian. Bagaimana tidak, ia pernah merugi sampai puluhan juta. Demi memperkenalkan brand Erigo, Sadad pernah ikuti pameran di Surabaya, Makassar, sampai Malaysia. Namun, biaya operasional justru jauh di atas omzet. Meski demikian, ia tidak menyerah.

Berbekal perlindungan ethical dan materiil dari orang tuanya, Sadad berupaya agar bisnisnya dapat tetap berkelanjutan. Kini, Erigo udah memiliki pop-up store di beberapa kota bahkan memiliki aplikasi sendiri untuk memasarkan produknya.

Elhaus: Berani Berinovasi

Satu kembali brand busana lokal Indonesia yang udah mendunia, Elhaus. Brand yang fokus memproduksi menswear ini juga dibangun dengan penuh perjuangan. Pendirinya, Eduardus Adityo dan Raven Navaro bahkan pernah mengalami financial loss saat meniti usaha ini. Karena bahan baku impor yang mereka datangkan rupanya tidak dapat masuk ke Indonesia, sebab tidak memiliki izin. Namun, hal seperti ini udah berlalu.

Menilik ciri khas usaha busana Elhaus adalah desain military dengan mengkombinasikan beberapa bahan yang berbeda. Keunikan dan keberanian inovasi ini menjadi kunci berhasil Elhaus. Para pendiri Elhaus pun mengakui bahwa mereka ada problem mencari penjahit yang dapat menjahit cocok dengan desain mereka. Tak heran, biaya memproduksi brand ini sesungguhnya cukup tinggi. Suksesnya Elhaus masuk ke pasar mancanegara menunjukkan bahwa costumer bersedia membayar harga premium untuk product memiliki kwalitas dengan desain yang unik.

Brand Pakaian Manakah yang Menginspirasi Kamu?

Demikianlah jejak para pemilik brand busana yang udah berhasil besar sampai ke pasar global. Kualitas product yang baik dengan langkah usaha yang tepat udah membawa mereka ke puncak kesuksesan. nMeskipun perlu waktu, semoga brand busana yang tengah anda kembangkan waktu ini suatu waktu dapat ikut berkompetisi dengan brand-brand yang kami bahas di atas.

Anda mungkin juga suka...