Cara Mengatasi Patah Hati, Kenali Fase Pemulihannya dan Izinkan Diri Bersedih

Patah hati yakni pengalaman yang lumrah terjadi dalam hidup. Secara biologis, tubuh kita sekali-sekali bereaksi kepada patah hati dengan metode yang mirip dengan bagaimana ia menanggapi rasa sakit fisik. Otak kita mungkin menganggap patah hati sebagai rasa sakit emosi, dan ia mungkin menanggapi dengan melepaskan hormon stres, seperti kortisol. Hormon-hormon ini dapat menyebabkan gejala fisik, seperti dada yang terasa sesak atau berat, susah tidur, atau kehilangan nafsu makan.

Secara psikologis, patah hati dapat membawa campuran emosi, seperti duka, kehilangan, dan malahan duka. Kita mungkin juga berjuang dengan perasaan tak cukup atau menghadapi penurunan harga diri kita. Saat hati kita patah, kita tak cuma kehilangan seseorang melainkan juga hasrat, agenda, dan masa depan yang kami bayangkan bersama mereka. Kehilangan hal yang demikian meliputi sebagian tingkat, menjadikannya tantangan emosi yang kompleks untuk diatasi.

Secara alami manusia mempunyai dorongan untuk memperbaiki semua hal yang rusak, termasuk hari yang patah. Tapi dalam situasi patah hati, seseorang seringkali linglung bagaimana metode menuntaskan patah hati. Berikut langkah-langkah memulihkan diri dari patah hati yang rangkum dari berjenis-jenis sumber, Kamis (9/5/2024).

1. Mengetahui Fase-fase Patah Hati

Patah hati yakni cara kerja yang terjadi seiring waktu dan seringkali tak spaceman slot berjalan linier. Sekali-sekali, cara kerja ini ditandai dengan berjenis-jenis fase, masing-masing dengan kumpulan emosi dan tantangan tersendiri. Memahami apa yang terjadi di setiap fase dapat menolong seseorang dalam menemukan keseimbangan kembali.

Tiap-tiap individu mungkin mengalami fase-fase ini dengan metode yang berbeda atau mengalaminya dalam urutan yang berbeda, atau malahan tak merasakannya sama sekali. Bagaimanapun fase patah hati yang dilalui, dengan waktu dan usaha seytiap individu dapat kembali merasa seperti dirinya sendiri.

a. Penolakan dan/atau Kejutan
Ini seringkali yakni salah satu fase permulaan dari patah hati, di mana realitas situasi belum diproses oleh otak. Seorang yang baru saja patah hati mungkin merasa susah untuk mendapatkan bahwa hubungan sudah berubah atau usai. Penolakan yakni penangkis perlindungan yang dipasang oleh pikiran untuk menghadapi kejutan segera dari kehilangan hal yang demikian.

b. Kemarahan dan Menyalahkan
Sesudah kejutan memudar, kemarahan atau frustrasi seringkali dapat menggantikannya. Kemarahan ini dapat dialamatkan kepada diri sendiri, eks pasangan, atau situasi yang menyebabkan patah hati. Ini yakni metode umum untuk menuntaskan kehilangan emosi dan mencoba memahaminya.

c. Tawar-menawar
Kalau Anda mengalami fase ini ketika menghadapi patah hati, orang yang patah hati mungkin merasa berkeinginan dan berkeinginan agar segalanya kembali seperti semula. Mungkin banyak pikiran “bagaimana kalau” dan “kalau saja” berputar di pikiran atau fantasi perihal skenario di mana segalanya berjalan baik.

d. Depresi dan Isolasi
Saat realitas mulai terasa, mungkin membawa duka dan depresi. Biasanya, Anda akan cenderung menjauh dari kesibukan sosial dan mencari kesendirian untuk memproses kehilangan hal yang demikian. Seorang yang baru saja mengalami patah hati juga mungkin merasa kuatir atau kuatir perihal masa depan. Fase ini seringkali dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama.

e. Penerimaan dan Penyembuhan
Penerimaan yakni permulaan dari penyembuhan yang sebetulnya. Ini perihal mendapatkan kenyataan baru, dengan lembut melepaskan masa lalu, dan memandang ke masa depan. Ini juga perihal mengampuni diri sendiri dan orang lain. Inilah spot di mana gagasan untuk melanjutkan hidup mulai mengambil format yang realistis.

Anda mungkin juga suka...