Polisi Buka Peluang Periksa Kekasih Mahasiswa STIP yang Tewas, Ini Alasannya

Polres Metro Jakarta Utara masih menyelidiki kasus tewasnya Putu Satria Ananta Rustika alias P (19), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

Dalam kasus ini, empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya yakni tersangka utama Tegar Rafi Sanjaya alias TRS (21) mahasiswa tingkat 2 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan penasihat tata tertib korban. Dalam Hal ini, penyidik akan mendalami percakapan antara korban dengan kekasihnya.

Ya seandainya ada fakta baru pasti menjadi bahan penyidikan lebih lanjut, kata Gidion dalam keterangannya, Jumat (10/5/2024).

Gidion mengatakan, penyidik juga membuka peluang memanggil kekasih P guna dimintai keterangan sebagai saksi.

Boleh juga kami mintain keterangan nanti kami koordinasi dengan pengacaranya, ujar dia.

Sebelumnya, sebuah tangkapan layar percakapan WhatsApp antara slot777 Putu Satria Ananta Rustika alias P (19), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dengan kekasihnya viral di media sosial.

Percakapan WhatsApp itu menandakan bahwa dugaan kekerasan dialami oleh Putu berulang kali.

Penasihat tata tertib Putu, Tumbur Aritonang mengungkapan tangkapan layar diambil dari telepon genggam milik almarhum Putu. Dari situ terungkap fakta Putu bukan kali pertama dianiaya oleh seniornya.

Kami bisa dari handphone korban. Tadi di share sama keluarga. Jadi dari sejak lama Putu dipukuli seniornya, kata Tumbur dalam keterangannya, Jumat (10/5/2024).

Melalui Pesan
Tumbur menguraikan, almarhum sempat mencurahkan keluh-kesah berkaitan tindakan seniornya di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Ada pesan WhatsApp yang dikirimkan terhadap kekasih pada 15 Desember 2023.

Pada intinya, Putu mengeluhkan sakit pada bagian ulu hati pengaruh dianiaya senior.

Ada aja saya dipanggil terus sama senior, di pukuli terus-terusan. Sakit dadaku, ulu hati terus yg diincar, ungkap Tumbur membacakan isi pesan.

Dicari Tahu
Tumbur mengatakan, pihak keluarga bersama penasihat tata tertib masih mendalami lebih jauh seputar penganiayaan yang dialami oleh almarhum Putu, termasuk terhadap siapa saja dia mencurahkan isi hati selama mengenyam pengajaran di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

Lagi kita cari tahu, ujar dia.

Lebih lanjut, Tumbur mengatakan, bukti-bukti yang dikumpulkan akan diserahkan terhadap pihak kepolisian sebagai bahan penyidikan. Malah dengan bukti chat antara Putu dengan kekasih.

Anda mungkin juga suka...