Tips Hadapi Jalan Tanjakan dan Turunan yang Aman Pakai Motor Matik

Tips Hadapi Jalan Tanjakan dan Turunan yang Aman Pakai Motor Matik

Meski tergolong mudah dioperasikan, mengendarai motor matik juga perlu keahlian. Terutama saat melalui tanjakan dan turunan. Bila abai, risiko kecelakaan bisa saja terjadi.

Sebelum memulai perjalanan jauh, penting bagi pengendara untuk memastikan kondisi sepeda motor dalam keadaan baik. Salah satu cara menjaga kondisi motor adalah dengan melakukan perawatan rutin dan tepat di bengkel resmi terpercaya. Nah, berikut ini tips dan trik mengendarai motor matik yang aman ketika melalui jalanan menanjak dan menurun menurut Yamaha Indonesia.

Menanjak

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga jarak yang cukup dengan kendaraan di depan. Jika motor tidak bisa menjaga jarak aman ketika berkendara, resiko kecelakaan akan lebih terjadi.

Selanjutnya mengatur bukaan tuas agar memiliki kecepatan yang sesuai. Di lain hal bertujuan untuk mendapatkan tenaga yang ideal untuk melibas tanjakan sesuai kondisi sekitar.

Ketiga hindari terlalu sering menutup tuas gas. Alasannya untuk mencegah tenaga motor menjadi drop atau turun sehingga motor bisa saja tak kuat menanjak.

Lalu yang keempat adalah tips ketika berhenti di tanjakan dan kemudian berjalan kembali. Pastikan motor digas lebih dulu lalu setelahnya tuas rem sebelah kiri bisa dilepas agar motor tidak mundur.

Kelima atur posisi berkendara yang paling nyaman. Sesuaikan dengan tinggi badan dengan motor matik yang digunakan. Posisi yang ideal akan membuat stamina pengendara tak terkuras sehingga bisa tetap fokus.

Menurun

Tips yang pertama adalah membuka tuas gas sedikit saja ketika melaju di turunan. Fungsinya agar tercipta efek engine brake atau pengereman dari mesin yang membuat laju motor tertahan. Meski tak semaksimal motor bebek atau sport, hal ini perlu dilakukan.

Sama seperti melalui jalanan menanjak, Anda juga diimbau untuk tetap menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Menghindari tabrak depan ketika ada hal yang tak diinginkan, misalnya rem blong.

Ketiga adalah porsi penggunaan rem. Untuk kasus melewati turunan disarankan untuk menggunakan rem dan belakang secara bersamaan.

Tips selanjutnya adalah hindari penggunaan rem secara terus menerus. Hal ini untuk mencegah terjadinya potensi rem blong karena suhu panas pada komponen pengereman.

Kelima pengendara juga harus mengatur posisi tubuh paling rileks. Jangan terlalu ke depan atau ke belakang. Hal ini mencegah risiko motor terpelanting saat pengoperasian rem yang mendadak.

Anda mungkin juga suka...